Monday, February 27, 2012

I Wont Give up

Posted by kunangkunang^^ at 16:36 4 comments
"I Won't Give Up"
Jason Mraz

Hmmmm ... Hmmmm ... Hmmmm ... Hmmm ...

When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There's so much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
To see what you find

'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No, I won't give up

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend at least we did intend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I've got, and what I'm not
And who I am

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up
Still looking up.

I won't give up on us (no I'm not giving up)
God knows I'm tough enough (I am tough, I am loved)
We've got a lot to learn (we're alive, we are loved)
God knows we're worth it (and we're worth it)

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

^___^

 
 
      semalam berhasil menangis... rasanya di sentil dia... "kemana semangatnya? mudah sekali menyerah!!" lalu.. diceritakannya kepadaku sebuah cerita.. tentang kisah hidupnya.. tentang apa yang orang lain alami.. orang yang sering tidak kita sadari keberadaannya.. itu membuatku sedikit terketuk.. KAMU MASIH JAUH LEBIH BERUNTUNG... dari ku dan dari mereka, itu katanya.. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih.. sejak pertama kali berkutat dengan jenuhnya masa kuliah.. dia adaa.. Dia menangis ketika aku sedih.. (terimakasih untuk airmata itu.. terimakasih) bintang utaraku ^___^ aku akan memanggilmu seperti itu.... yah yah yah.. seperti katamu.. ketika melihat senyumanku.. merupakan suatu kebahagiaan.. lalu.. bukankah kita sama-sama berjanji untuk tidak menyerah lagi.. terimakasih.. kau membuatku percaya sahabat itu ada...



Saturday, February 11, 2012

Raindrop

Posted by kunangkunang^^ at 14:35 3 comments
IU - Raindrop



Sonagiga naeryeoonda
Nae meoriwiro gapjagi maldo eobsi
Jeojeobeorigenne

Chueogi heulleo naerinda
Ttara nunmuldo heureunda
Babocheoreom

Jibeganeungil ajikdo meolgimanhande
Usando eobsi gamgigeollilgeotman gata
I giri neoegero doragalsu inneun girimyeon
Jeojeodo joheunde

Oh Rain Drop Oh Rain Drop
Sarangi cham mojaraguna
Oh Rain Drop Oh Rain Drop
Sarangeun jeo bitbangulcheoreom

Modu kkamake ijeobeorigo
Jeojeo beorigoseon apahaneun gamgigateun geolkkayo
Jinan yeoreumnal haessararae jjajeungnaego
Dwidora seobeorin nae eoriseogeum
Yejeoncheoreom usaneul deulgo seoinneun neoreul bondamyeon
Chamjoheul geotgata

Oh Rain Drop Oh Rain Drop
Sarangi cham mojaraguna
Oh Rain Drop Oh Rain Drop
Sarangeun jeo bitbangulcheoreom
Modu kkamake ijeobeorigo
Jeojeo beorigoseon apahaneun gamgigateun geolkkayo

Swipge naechyeobeorin mal
Yasokhaetdeon yaegiro
Manhi sangcheobadasseul negaseum ijiman
O ajikdo naega itdamyeon
Geuane naega itdamyeon
Jeojeun ballo dallyeogagoman sipeo

Oh rain drop oh rain drop
Sarangi cham mojaraguna
Oh rain drop oh rain drop
Sarangeun jeo bitbangulcheoreom
Jeong mal kkamake ijeobeorigo
Jeojeo beorigoseon apahaneun gamgigateun geolkkayo
Geureon motdoen gamgigateun geolkkayo
Naesarangeun hangsang wae ireolkkayo

english translation..

Suddenly the rain pours on my head
Without a word, I will get wet
The memory is falling down
Along the tears, just like a fool

The road to home, still there’s a long way to go
I have no umbrella, it seems like I’ll only catch a cold
If I have you on this road leading to that place
Although I’ll get wet, still it’s good

Oh rain drop, Oh rain drop
Love is so heartless
Oh rain drop, Oh rain drop
Love is like raindrop
Coldly, it drenches me
Will I catch a cold that gives me pain as that time again?

Talk about our bitter farewell a great while ago
And turn back together with you, who left me
If we go back to this vulgarity as in the past again
How good is it?
Oh rain drop, Oh rain drop
Love is so heartless
Oh rain drop, Oh rain drop
Love is like raindrop
 Coldly, it drenches me
Will I catch a cold that gives me pain as that time again?

By incosiderate words you said easily
Even if it fills my heart with painful wounds
If I have you and you have me in your heart
I want to run with these soaking feet

Oh rain drop, Oh rain drop
Love is so heartless
Oh rain drop, Oh rain drop
Love is like raindrop
Coldly, it drenches me
Will I catch a cold that gives me pain as that time again?
Will I have that bad cold?

My love is still painting you .....




Sedikit cerita.. sedikit cerita..IU IU.. azzzzzz wanita muda yang cantik dan berbakat (seperti saya) hohohohoo.... Pertama kali liat aksinya di serial drama korea “DREAM HIGH” sebagai kim pil sook..  seorang cewek gendut yang memakai kostum sushi untuk menutupi wajah dan kegemukannya itu  dalam audisi masuk sekolah musik ternama kirin, sehingga ia pun dijuluki miss sushi oleh Jason.  Pil sook karakternya lugu dan Polos memiliki suara merdu. Lambat laun ia bertekad keras untuk menurunkan berat badannya demi jason (ngelirik diri sendiri) hahahaaha. Di akhir cerita Pil sook memutuskan untuk bekerja di sebuah taman kanak-kanak sebagai seorang pengajar.

Oke, kali ini bukan saatnya membahas Kim Pil Sook, hanya saja saya mulai menyukai lagu IU – Raindrop. Awalnya, iseng mengitari gugle, ingin mencari lagunya Kim Soo Hyun – Dreaming, dengan mencari translate arti lagu tersebut pada awalnya.. jreng jreng jreng.. entah mengapa lagu itu sepertinya gue banget.hahahaa begitukah??? Yayayaya.. liriknya yang seolah ingin menyerah dan lelah pada mimpi.. akhirnya berpikir keras untuk menemukan mimpinya itu suatu hari.. ^__^

Lalu bagaimana dengan Raindrop :-? Hmmmmm...  Raindrop itu apa sih?? rintik hujan kan?? Lalu rintik hujan apa sih?? Apa aja deh =)) =)) ahahahahahha

okeeeeee fokus... sudah dengerin beberapa kali lagunya kim soo hyun, ga sengaja nih kursor menjelajah tulisan dengan kata-kata IU – Raindrop, tiba-tiba iseng aja nih tangan ngeklik.. intronya lucuuuuu.. seperti ada suara instrumen angklung (eh angklung bukan yah) pokonya seperti itu.. lagunya ceriaa..  lalu di akhir lagunya ada efek gemericik air.. ituuu part yang paling saya tunggu - tunggu dalam lagu ini.. unyuuuunyii (unyuuu sekaliiii) hahahahaa

Dengan penasaran kembali saya lakukan riset tentang arti lagu ini.. azzzzzzz saya temukan syairnya “galau” tentang heartlesslah.. Oh My God.. syndrome galau nampaknya sudah mulai menjangkit,,

I have no umbrella, it seems like I’ll only catch a cold

If I have you on this road leading to that place

Although I’ll get wet, still it’s good

Oh rain drop, Oh rain drop

Love is so heartless

Oh rain drop, Oh rain drop

Love is like raindrop

Coldly, it drenches me

Will I catch a cold that gives me pain as that time again?

Talk about our bitter farewell a great while ago 

aihh... seperti inikah arti dari bait itu???? Hahaha bukan teruntuk siapa-siapa atau bahkan merasakan hal yang sama dengan lirik lagu itu atau sedang menatap dan menunjuk kepada seseorang... Hanya saja lagu yang bertema patah hati ini yang di kemas sedemikian apik.. jadi saya yang notabennya memang mudah galau (^^v) atmospirnya jadi seneng aja dengernya, dengan nada lucu yang sedikit atraktif.. huhuhuhu membuat kuping ini berasa nyaman, terus rasanya adem.. jadi ingin hujan terus rasanya dan selalu menunggu part raindrop yang sangat sangat sangat saya suka di akhir lagu ini ^O^ hohohohohoho...

please enjoy ........... ^___^

eeeeeeittss... ntar dulu.. lagu ini tiba-tiba mengingatkan saya akan sesuatu.. eh sesuatu apa seseorang yaaaaaahh =)) =)) ahahahahahahah

Thursday, February 9, 2012

Dreaming

Posted by kunangkunang^^ at 09:46 2 comments
Dreaming - Kim Soo Hyun




I was looking at my dream that is being deemed far away
And I was standing blankly
I don’t have anything left any more
I thought about giving up everything, but
I am standing up again

Even today step by step
I step forward carefully
My heart is full of fears
but it’s an excitement I’m embracing
I am staggering and shaking
But, I step forward towards
the dream that I am going to meet some day

As I’m thinking if it’s going to end like this
A fear constantly comes
I’m hesitating but
Deep inside my heart
There’s an unstoppable beating
that drags me forward

Even today step by step
I step forward carefully
My heart is full of fears
but it’s an excitement I’m embracing
I am staggering and shaking
But, I step forward towards
the dream that I am going to meet some day
Even today step by step
I step forward carefully
My heart is full of fears
but it’s an excitement I’m embracing
I am staggering and shaking
But, I step forward towards
the dream that I am going to meet some day

Towards the dream that I am going to meet some day

Tuesday, February 7, 2012

catatanku part I

Posted by kunangkunang^^ at 22:17 1 comments


waktu itu hari sabtu.. cuacanya mendung.. aku pikir langit akan menangis... bahkan malam sebelumnya ku harap hujan tak akan turun.. aku ingin melihat matahari dengan senyumnya yang menghangatkan.. beberapa hari yang lalu.. Aku hanya bisa terkulai lemas di atas tempat tidur.. rasa sakit itu lagi-lagi menimpaku.. penyakit yang nampaknya akrab ditubuhku.. di tambah lagi.. kata dokter aku "alergi dingin" karena hari sebelumnya aku nekat bermain bersama hujan yang tiga hari belakangan itu turun tanpa jeda.. mendengar kata dokter yang memfonisku "alergi dingin" membuat mbah putriku sontak tertawa terbahak-bahak, katanya "bagaimana bisa si anak hujan alergi dingin, anak yang saat di dalam kandungan memaksa ibunya untuk menunggu hujan turun, memaksa ibunya untuk menadahkan air hujan untuk diminum, bahkan mandipun harus dengan air hujan, lalu saat dilahirkan pun, ditemani hujan angin yang super duper kencang bisa alergi terhadap dingin."

Hari itu jumat... sebuah nomer tak dikenal masuk ke dalam daftar panggilan masuk di ponselku. ia memberitahukan aku untuk datang mengikuti tes pada hari sabtu.. Alhamdulillah akhirnya, panggilan pertamaku untuk bekerja terjawab sudah.. meskipun baru tes awal.. sakit membawa berkah judulnya hehehe.. lalu, sabtu yang ku bicarakan tadi muncul.. nampaknya memang benar.. hanya ada kumpulan awan pekat tanpa hujan.. seperti biasa, aku duduk di pojokan, menyendiri, sedangkan yang lainnya berbaur, entahlah aku merasa sedikit asing, apa karena mereka rata-rata sudah berkeluarga dan terpaut jauh lebih tua dariku. hari itu aku berdandan, eh tidak, berbusana anggun dan rapi sekali, atasan batik ungu, jilbab ungu muda dan rok. rasanya bagaikan ibu-ibu pejabat, hohohoho. tes dimulai, seorang psikolog mengetes kami. katanya 9 jam akan dilakukan psikotes.. (hah s e m b i l a n jam)

Aku melamar menjadi seorang guru TK di sebuah rumah sakit ternama di kota ku, ckckck menjadi guru TK tak pernah terbayangkan olehku.. aku suka anak kecil, tapi mengajar anak kecil jauh lebih sulit dibanding mengajar anak - anak yang tergolong remaja. Aku belum pernah mempunyai pengalaman bekerja sebelumnya, jadi ini merupakan tes pertamaku, ada seorang mbak-mbak bertanya kepadaku.. "jika dilakukan tes wawancara, kenapa kamu berminat bekerja disini sebagai guru TK, apa yang akan kamu jawab.?"
"iseng daftar sebenarnya” Ia memarahiku, tapi aku hanya tertawa.. “iyah mba.. aku ngga akan menjawab segegabah itu.”
Entah ini lamaran keberapa yang telah aku kirim ke sekolah bahkan perusahaan-perusahaan.. namun belum ada tanda-tanda positif lamaranku akan diterima.. hari berikutnya.. aku membawa lamaranku ke sebuah perusahaan swasta. Dan beberapa hari kemudian aku di panggil untuk mengikuti tes.. rasanya aneh.. kami (peserta tes) di minta oleh manager perusahaan tersebut untuk melayani masyarakat sebagai tes awal kami, setelah itu tes tertulis dan kemudian tes wawancara. Seperti perintah sang manager kami harus melayani masyarakat sebagai tes awal dengan ditemani oleh seorang supervisor untuk satu orang peserta.. supervisorku bernama Mas Zul..
Dengan mengendarai si biru (sebutan motor maticku)kami pergi menyusuri jalan.. Ya Allah, perasaanku tidak karuan.. was-was bercampur tegang.. pikiran-pikiranku sudah membentuk simpul-simpul yang aneh.. “kemana aku akan di bawa?” “tempat tepencil dan terpelosok sekali. Jangan-jangan.......”

“Mas... kita mau kemana?  Daerah apa ini?”
dengan pandangan yang tetap fokus.. Ia hanya tertawa dan berkata “tidak tahu dek, ini pertama kalinya saya kesini.”
etdaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh aku Cuma meresponnya dengan gelengan kepala berulang-ulang.

Masyarakat disini seperti terisolir, jauh dari hiruk pikuk pusat kota, yang ada hanya hamparan sawah yang sangat luas, dengan suara gemericik air yang rasanya sangat menenangkan.
“turun disini ya dek, kita titip motor dulu.” Sahutnya.
Kami berjalan ke salah satu rumah warga yang tak kami kenal, dengan baik hatinya si Ibu itu mengijinkan kami menitipkan motor untuk beberapa saat. Aku berjalan menelusuri sawah dengan kondisi jalan yang becek dengan sepatu pantopel hitam berhak 3cm (karena awalnya aku pikir tesnya akan sama dengan tes yang dilakukan di Rumah sakit itu).
“sudah tau seperti apa sistematika kerjanya dek?”
Aku menggeleng, “si managernya kebanyakan curhat masalah pribadinya mas, sama kenalin perusahaannya bergerak di bidang apa, itupun hanya garis besarnya saja.”
“ya sudah kalau begitu kamu perhatikan saya saja ya dek.” Aku hanya menurut seperti anak ayam.. setiap centi langkah kakinya pasti ku ikuti, setelah melampui jalan yang becek dan berlumpur itu, kami mendekati salah seorang warga.. ia menyapanya dengan menggunakan bahasa daerah.. uuuhh uhhh aku mana mengerti >,< 1 kata saja yang bisa ku tangkap yakni sosialisasi masalah biogas.

Rumah pertama bisa dikatakan gagal, rumah kedua dan seterusnya, hingga kami berhenti tepat di depan rumah kepala dusun. Syukurlah tak seperti rumah-rumah sebelumnya, kepala dusun menyambut kami hangat, dan untungnya lagi, ia tidak menggunakan bahasa daerah. Aku terkesima melihat sang supervisorku bermain dengan api, memutar-mutar selang dan tabung gas, sembari pikiranku masih melayang-layang mencari tujuan sebenarnya dari hal ini. SALES akhirnya ku dapatkan kesimpulan itu di ujung pertemuan kami dengan kepala dusun. Seketika semangatku menjadi turun drastis. Segelas teh hangat yang tersaji membuatku sedikit menerawang..

“ya Allah.. profesi seperti ini yang dulu pernah singgah di rumahku, menawarkan sebuah produk, berjalan belasan hingga puluhan kilometer, bermandi peluh sembari menentang matahari, kadang mereka menghadapi cacian, ribuan penolakan. Kini aku harus berada di posisi ini.”

Setiap kali kami melangkahkan kaki ia selalu bertanya padaku “apakah kamu lelah de?” seolah ia bisa membaca pikiranku “kalau lelah bilang saja lelah.” Aku menggeleng.
“gengsi ya dek, seorang sarjana harus bekerja seperti ini.”
aku terbelalak kaget..  “Ngga pernah ada kata gengsi mas untuk sesuap nasi. Hahahahaa.” “Aku mulai tertarik mas, karena sepertinya ini seru.. melatih mental.” Jawabku optimis.

entah sudah berapa ribu langkah kami menelusuri perkampungan itu, banyak cerita di masing-masing kampung, mulai dari kami yang di anggap sebagai orang yang ingin meminta sumbangan, sedikit mendapatkan kata-kata kasar, di tutupin pintu, bahkanmengusir kami sedikit agak kasar. Ya Allah ini perjuangan..

Matahari sudah tinggi... waktunya menghadap sang pencipta.. di beranda surau itu Aku duduk melamun.. INI PENGALAMAN LUAR BIASA dalam hidupku.. benar-benar luar biasa.. aku mengeluarkan buku psikotes bolak balik mengerjakan soal-soal itu dan kemudian menyerah kalah pada soal matematika. Mas Zul mendekat memerhatikan soal itu dan dalam hitungan detik ia mampu menjawabnya, begitupun dengan soal matematika yang lain, ia mengajarkanku jalan singkat untuk  mengerti semua rumus-rumus tadi.

“waaaaaaaw,, mas keren, dulu jurusan apa mas?”
dia Cuma tersenyum, kemudian melanjutkan mengajariku lagi matematika, sampai akhirnya Ia menceritakan pengalaman hidupnya, perjuangannya, ambisinya kedepan, dan menceritakan gelar yang sudah di sandangnya “seorang sarjana dengan prestasi yang cemerlang.”

hari hampir petang, kemudian kami memutuskan untuk kembali saja ke perusahaan, melanjutkan tes tertulis dan wawancaraku. Dalam sesi wawancara si manager bertanya bagaimana perasaanku hari ini.. hatiku berkata “Syukur Alhamdulillah saya punya kesempatan yang besar seperti ini, pengalaman yang berharga satu hari ini.” Dengan senyum yang mengembang ku kabarkan pada mas zul aku lulus, ia tersenyum.. dan berkata “kamu ini... semangat sekali dari pagi tadi, si anak manja yang ceria.” “Oke kita tim.” Ia mengulurkan kepalan tangannya  dan mengisyaratkan agar aku sesegera mungkin membalasnya.

keesokan harinya... Aku tak bisa hadir.. terserang demam.. seharian kemarin aku tidak makan sama sekali.. mungkin masuk angin, di lain pihak, tanteku melarangku untuk ikut bekerja lagi.. umm aku merasa bersalah kepada supervisorku itu, karena aku pula kemarin kami tidak dapat menjual produk satupun, dan itu artinya ia tak mendapatkan uang hari itu, ditambah lagi aku tidak masuk bekerja dan memutuskan untuk berhenti. Tapi.. pengalaman ini sungguh luar biasa.. YA ALLAH terimakasih atas semuanya.. Insyaallah akan terus berusaha dan bersemangat.. keep ikhtiar ^___< !!!

Sunday, February 5, 2012

Posted by kunangkunang^^ at 16:39 7 comments


ketika perasaan ingin menyerah itu muncul... seketika kekuatan dari mereka datang... terimakasih karena selalu berada disampingku...

untuk ::

>> pipit yang berkata "masih ada 1000 kesempatan kunangkunang^^!! jangan menyerah."

>> yayak yang berkata "mungkin doanya yg kurang, usahamu 100, jangan-jangan doamu cuma 1"

>> bapak yang berkata "semangat terus, jangan lepas doanya."

>> Mama yang bekata "sabar.. terus minta sama Allah."

>> Pak Iswan yang memberi motivasi "respect, honesty dan cheerfull.. pegang terus itu."

dan ....

>> si jelek yang selalu bilang "kunangkunang yang aku kenal ga gampang menyerah, yang ga gampang putus asa, yang kuat !!^^"

terimakasih........ >____< dan untuk kalian semuaaaa terimakasih juga.. ini masa-masa sulit mungikin tersulit dalam hidupku.. terus berikan suntikan semangat itu yah ^_____^ aku membutuhkannya untuk bisa terus bertahan !!!







Tuesday, January 31, 2012

seperti pelangi ....

Posted by kunangkunang^^ at 16:10 3 comments

Top of 
Kau mampu menciptakan segurat garis melengkung di wajah setiap orang, itu mengapa aku bisa merasakanmu special.. kadang rasanya iri... *ahh harusnya tidak boleh* baru kali ini aku menjumpai orang seperti mu yang bisa membagi spiritnya,,, membagi kekuatan cahayanya dalam gelap.. bahkan pelangi yang serasa indahpun tak kan mampu jika disandingi denganmu... lalu jika kau menggambarkanku laksana pemulih impian... cepat-cepat akan kuambil bantal atau selimut yang sedang mengitari tubuhku saat ini, lalu ku sembunyikan rona merah yang terlukis jelas dalam kanvas cokelat wajahku.. ITU TERLALU s-e-m-p-u-r-n-a.. lalu jika aku seperti itu, harusnya aku bisa memulihkan impian-impianku dan meniti yang ku sebut ujung pelangi.. 


lalu apa yang telah ku lakukan??? hanya duduk termenung, kemudian membiarkan sayap-sayap camar membawanya terbang tinggi, lalu menyatu bersama gumpalan awan, ataukah aku harus membiarkannya menari bersama ubur-ubur, anemon-anemon dan karaginofit yang berada di dasar lautan??

jika aku berlari ke arahmu kemudian masuk kedalam dekapanmu dan membisikkan sesuatu ditelingamu.. "maukah kamu membawaku pergi?? dari sini?? aku ingin merasakan kehangatan di tempatmu berada..." aku tau... kau akan sesegera mungkin memelukku dan menyambut kedua tanganku dengan lembut... 



Tapi aku tak pernah tau bagaimana cara untuk memulainya, bagaimana mengatakannya kepadamu, karena ada sebentuk hati yang membuatnya sedikit nampak sulit.. lalu. ketika aku berlari memeluk malam... aku menemukanmu lagi... meskipun nampak jauh.. tapi kau mampu menemani bintang, 



menukarkan apa yang kau ungkapkan sebagai pelampiasan amarah dari langit menjadi sebuah payungan keteduhan, dan cahaya itu membantu membuat kilauan bintang menjadi nampak lebih hangat.. kemudian ketika wajahku terbenam sendu..kau mengatakan pada bintang.. "kalian seperti cermin, aku iri.." dengan sunggingan kecil di bibirku aku menggeleng tak beraturan... kemudian aku tatap bintang.. aku lebih nyaman seperti ini... menemaninya bercerita.. meskipun kadang aku tak mampu bercerita...

tik.. tik.. tik...



mulai kurasakan tetesan hujan, dingin... ia menyatu dengan semilir angin membungkus seluruh tubuhku dengan udara yang sekelebat menggigit gigit kulitku dan aku mulai sedikit menggigil gemetaran, suara-suara parau muncul... percayakah kau pada hujan?? aku mematung dan seolah tercekat... kemudian dengan sekuat tenaga melawan getir aku berucap.. bukan hanya padanya, tapi pada mereka." lalu kenapa kau bersembunyi? dengan sedikit tersengal aku tidak sedang bersembunyi !!! Kamu sedang memperhatikanku, aku tau itu, lalu dia datang dengan segenap kelembutan yang dibawanya bertanya padaku "ada apa..? mutiara yang kau simpan apa baik-baik saja?" aku diam... memerhatikan wajahnya yang mulai cemas, wajah dan tingkah polosmu membuat aku ingin memelukmu setiap kau menghawatirkanku.. tapi, maaf... aku tak mampu untuk berujar lebih banyak... "diluar masih hujan?" dia hanya mengangguk pelan... "suara itu menggangguku lagi.." aku tertegun sembari menatap gundukan tanah yang tepat berada dipelukan kakiku dan meremas-remasnya berulang kali.. nampaknya dia mampu membaca kerisauan hatiku dengan jelas "apakah kau takut dan ingin bersembunyi lagi?"... aku hanya menggeleng yang seolah dipaksakan.. "bisakah aku mengikuti langkah kakimu??"

zap.. aku tiba di padang ilalang, tinggi sekali.. 




aku tak mampu melihat sekitar.. berteriak teriak memanggil nama mereka.. tak ada yang mendengar nampaknya.. hujan masih ada... Aku menangis tersedu-sedu, ketakutan.. takut yang luar biasa menyerang sebagian isi pikiranku.. aku mengumpat pada hujan, meluapkan tumpukan keputus asaanku padanya.. dengan dingin ia menatapku atau malah memalingkan tubuhnya dariku.. dan seketika berbalik mengucapkan "lalu apa yang kamu takutkan?" isakanku terhenti wajahku merona merah menahan malu, ataukah memerah karena rasanya kata-kata itu menamparku.. aku berlari menjauhinya kemudian masuk ke dalam sebuah lorong.. gelap awalnya.. kemudian setitik cahaya muncul.. nampaknya kau tak meninggalkanku.. dengan sigap aku berhamburan keluar lorong... bukit bunga... langkah kakiku terhenti dibibir lorong.. lalu dimana kebun rahasia yang ku simpan bersama bintang???? Kamu berhasil menemukannya, apa yang kusebut dengan isi hati.. kemudian yang tertinggal hanya sebuah kotak kosong, yang ketika terbuka akan ada banyak asap membumbung tinggi ke udara, menyatu bersama gula kapas putih yang berarak lembut menemani langit biru cerah kala itu...

aku melihat hujan itu bermandikan cahaya.. indah sekali... namun jika kudekati, aku takut akan mengusik mereka.. lalu ku biarkan mereka menari bersama diatas bukit bunga.. dan sesegera beranjak pergi memburu angin.. suara parau itu muncul lagi.. "peluh mengucur deras dari balik wajahmu.. kali ini tergambar jelas".. "aku menahan sakit.. sedikit sakit..." "kakiku.. terperanjat masuk kedalam kubangan itu..." aku melanjutkan...

"namun jika aku berada diantaranya, aku akan terseret kedalam sebuah blackhole yang kuciptakan sendiri..” airmataku mengucur deras, bertanya sebenarnya apa yang sedang aku pikirkan? Pikiranku menari-nari diatas airwajah yang nampak seperti aliran sungai yang beranak pinak.... apakah aku harus menyebut nyebut nama hujan, dan berbisik padanya aku membutuhkannya, tidaak tidak tidak tidak tidaakkkkk.. ribuan kali ku ulangi kata-kata itu.. aku tak boleh membiarkan diriku bergelanyut manja dibawah dekapannya lagi.. kemudian angin membantuku.. membantuku mengusap lembut wajahku kemudian mengeringkan pipiku yang sedari tadi nampak basah.. kemudian ia pergi, tak meninggalkan jejak.. kala ku tanya pada rumput, kumbang dan bunga-bunga yang menemaninya bermain dan berdendang.. kemana perginya angin yang tadi melindungiku, mereka tak tahu, dan sebagian memberikanku jawaban yang berbeda, lalu apakah aku harus mencari jejak jejak angin yang tak kan mungkin terbaca...

“kau egois.. amat sangat e-g-o-i-s” suara parau itu berkata dengan nada keras ke arah wajahku.. 




kau mencari apa yang sulit kau dapatkan.. lalu mereka.. kenapa kau sia-siakan? Kau mementingkan perasanmu heh, bodoh sekali kalau kau terus bersikap ini..
Simphoni langit jingga dengan hiasan bintang dan tetesan air hujan berseru riuh menggulingkan binar-binar kebahagiaan dalam langit berwarna keemasan itu.. pelangi... itu pelangi.. aku menunjuknya.. lalu cepat-cepat suara dari alam bawah sadarku mengelak.. "bukan.. bukan.. itu hanya nampak seperti pelangi, bukan pelangi sesungguhnya... ingat itu seperti pelangi.. bagaimanapun pelangi atau bukan pelangi.. mereka akan muncul karena bantuan cahaya dan air bahkan kau punya bintang sebagai tumpuan harapanmu juga.. mereka memiliki kekuatan yang besar.. amat sangat besar.. mintalah bantuan kepada mereka jika membutuhkannya, kau tau mereka akan selalu membantumu..." lalu jika suara parau yang kau ciptakan itu muncul lagi.. abaikan.. abaikan.. dan abaikan.. tetaplah berjalan dalam rotasi yang sudah hampir sempurna kau susun..

Senja terlihat merangkak meniti bukit dan hendak mengejar matahari di arah barat.. aku berjalan ke arah pohon mahoni besar.. memerhatikan kotak pandora yang berselimutkan cahaya keabadian.. selaksa senyum tersunging di bibirku seolah aku baru saja mengusir badai nelangsa yang menerkam liar seluruh isi otakku..
“sebenarnya yang kalian lihat itu bukanlah pelangi... terlalu sempurna jika kalian menganggap pecahan kaca yang dibiaskan oleh temaram itu adalah pelangi.. nampak sama indahnya seperti pelangi bukan? itu sebabnya aku namakan ia seperti pelangi ^__^”



Fairy Magic Hollow

Posted by kunangkunang^^ at 15:31 2 comments

Aku menunggunya dari balik jendela...



beberapa kali ku tampakkan wajahku,.. melongo keluar jendela.. mulai menghitung makhluk yang berterbangan mengitariku.. satu.. dua.. tiga.. ngg,,, e.. mpat. jemariku menunjuk lagi, kali ini jaraknya sedikit tak terjamah.. lima.. en.. nam... belum sempat ku lanjutkan... seekor peri.. ah bukan.. jika dia peri lalu kemana sayap-sayapnya???? seekor mahluk bertubuh mungil itu mendekatiku... "aku yang ketujuh" ucapnya lantang.. aku masih saja tak memerhatikannya..




"heh, aku yang ketujuh.. hallo"
"lalu siapa kau?" ucapku sedikit geram.. "aku peri yang datang dari ujung pelangi".. tawaku sedikit tertahan mendengar ucapannya tadi..
"kenapa?????? rona wajahmu seolah-olah ingin mengejekku.. dalam otakmu pasti menari nari beberapa pertanyaan kan? bagaimana bisa seekor peri tak bersayap.. iya kan???" matanya mengerjap-ngerjap memerah.. "bukan seperti itu.. hanya saja.. dibandingkan seekor peri kau tampak seperti thumbellina.." peri kecil itu hanya melipat kedua tangannya sambil menggeleng-gelengkan kepala, nampaknya ia paham benar dengan situasi seperti ini.. diambil nya dua ranting kecil yang nampak rapuh itu, lalu dipatahkannya menjadi beberapa bagian dengan menggunakan kedua tangan mungil itu sembari hilir mudik, persis di depan kedua bola mataku.. ia mengumpat, menghardik, bahkan sesekali ia menggerutu tajam...

aku mengikuti langkah kakinya. kemudian membuang pandanganku bebas tak beraturan... "kemana... lama sekali dia.. biasanya urutan ketujuh..." "apa karena diluar sedang ada badai?? kemudian ia terperangkap angin dan hujan." ah.. bodoh sekali.. ini musim gugur gerutuku...
aku masih saja berada pada posisi semula...  melipat kedua tangan pada kusen jendela,kemudian meletakkan dagu tirusku diatasnya yang menopang lemas. ku perhatikan makhluk kecil itu dengan sedikit enggan, ia hanya setinggi pensil mekanik, kurang lebih seperti itu. sedari tadi ia nampak sibuk sendiri, mengotak atik sebuah patahan ranting yang sedang ia genggam, diayunkannya ranting itu laksana tongkat sihir sambil berkomat kamit dengan bahasa yang tak aku pahami. Sesekali ia menggeleng-gelengkan kepala, serasa menahan kecewa, diulanginya hal itu terus menerus, kemudian dipindahkan jemari lentiknya itu ke arah kantong baju yang terbuat dari beberapa helai kelopak mawar. Air mukanya nampak sedikit kesal, berulang kali ia berdesis, menarik nafas yang amat panjag, dengan disertai gerakan kedua bahu bidang itu beriringan.

Aku menghembuskan nafas sedikit kencang kearahnya, hal itu membuatnya maju beberapa langkah dari posisinya semula, rupanya angiin yang sengaja aku ciptakan membuatnya hampir tersungkur mendarat ke luar jendela. Ia menatapku ganas dengan kedua lengan kecil itu berlipat di pinggang, “kau sengaja ingin membunuhku heh!!!”
Aku memasang wajah sepolos-polosnya, seolah tak terjadi apapun. “mmmm.. tii..tidak, aku tak berniat seburuk itu.. kau kan seekor peri, harusnya tidak akan terjadi masalah besar bagimu jika jatuh dari ketinggian yang kurang dari satu meter ini.”
Ia meruncingkan pandangannya ke arahku, nampaknya otak kecilku mampu membacanya.. “oke..oke... “ ucapku seraya mengangkat kedua telapak tanganku.

“aku....kehilangan kekuatanku....” Ia merintih.. “itu mengapa aku tak mampu terbang....”
secepat kilat raut wajahnya kembali masam.. dengan berkacak pinggang ia mengerang padaku.

“lalu kau, kenapa kau ada disini?”
“aku... entahlah.. seingatku ketika aku tertidur.. ada seekor peri menuntunku kemari, katanya aku akan bisa kembali setelah mengembalikan semua benda yang ku curi.”

Peri kecil itu tertawa terbahak-bahak, menepuk-nepukkan kedua jemarinya ke arah lantai bahkan hingga ia terperangah jatuh. Ia masih saja tertawa membahana, sembari memegang perutnya seolah mengisyaratkan untuk berhenti  pada otak kecilnya itu. Ia menarik nafas dalam-dalam.. “oke..okee.. fegusha, berhenti!” ia mengencangkan pelukan tubuhnya dan melanjutkan kata-katanya yang keluar secara tak sempurna. “p-e-n-c-u-r-i...” kembali lagi-lagi ia berguling-guling dibatasan lantai jendela, menepuk-nepukkan genggaman tangan kecilnya...
Aku melotot ke arahnya, serasa kedua bola mataku ingin melompat keluar... “AKU BUKAN PENCURI !!! MENGERTI !!!!” “aku bahkan tak tahu apa yang telah aku ambil.. peri bodoh itu menuduhku atas apa yang tak pernah aku lakukan..”
Kemudian aku merogoh tas pinggangku, ku masukkan tanganku kedalamnya, hingga ruas-ruas jariku menyentuh sebuah kotak..

“apa ini yang dimaksud.....???”

Ia mendekat, memicingkan matanya yang bulat besar ke arah kotak yang beribu kali lebih besar dari ukuran tubuhnya itu, kemudian melompat dan bergerak dengan cepatnya.. hingga posisinya kini ada tepat di atas bahuku... ia berbisik ke arah telingaku... “cepat buka....” seolah menuruti perintahnya aku membuka kotak itu..
“................”
“waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw...  bubuk musim semi...” timpalnya kagum.
Aku menerawang... pikiranku terperangah heran, cahaya keemassan nampak menari liar menyeruak ke dinding dinding tepian jendela.. berkilaaaauu... tanganku masih mengaduk - ngaduk isi kotak itu, ku temukan tiga botol seukuran lima senti yang berjejer berurutan..

“sebenarnya aku ada dimana?” aku berbisik...
“fairy magic hollow” “batasan antara dunia mimpi dan khayal” sambungnya..
“lalu.. kenapa bisa sejauh ini ???”
ia mengangkat kedua bahunya, seolah mengisyaratkan ketidak tahuannya atas pertanyaanku.. “bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu telah mengambil sesuatu dari sini??”
“sudah ku bilang.. aku tak mengambil apapun.. TIDAK MENGAMBIL APAPUN !!” bantahku geram.. dan itu membuatnya terjatuh dari pundakku, lalu mendarat tepat di atas kotak yang telah ku tutup tadi, cepat-cepat ia bangkit dan menatap ke arahku dengan mimik penasaran..
“lalu bagaimana bisa semua benda ini ada ditanganmu?” ucapnya sambil menghentakkan kaki kanannya
“sudah ku katakan... AKU SAMA SEKALI TIDAK TAHU..” ucapku membelalak. “ia hanya mengatakan padaku untuk menemukan peri ketujuh.. ia membawa fairy dust.. dan seorang peri penjaga.. namun.. ia tiba-tiba menghilang, dan aku terdampar disini.. hampir tiga hari..”

“hmmm.. semua peri mempunyai fairy dust.. dan peri penjaga?? Masing-masing peri mempunyai tugas untuk menjaga sesuatu.. masih sulit.” Ia bergerak maju mundur sembari memegang dagu dengan ujung ibu jari dan jari telunjuknya.. “apakah yang dimaksud water fairies ataukah dryart si peri hutan? Ia kadang menjadi yang tercepat.” Ia meneruskan

“.......................” kami sibuk dengan pikiran masing-masing.
“ahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.” Ia mengagetkanku sembari meletikkan ibu jari dan jari tengah ia berkata: “yang kau butuhkan hanya mengembalikan semua ini bukan?? Baiklah akan kita mulai.”
Aku menatapnya heran, ia bergerak-gerak seperti ada yang menggelitik, dirogohnya kantong baju berkelopak bunga itu dalam-dalam, dan sebotol penuh fairy dust berada dalam genggamannya.
“iini dia..” si peri mungil itu mendekatkan telapak tangannya persis ke depan hidungku. “sedikit keajaiban.”
“untuk apa? Tugasku disini hanya menunggu hingga si peri ketujuh datang.”
Ia memukul kepalaku dengan patahan ranting..”bodoh, musim gugur akan segera berakhir.. akan sulit melakukannya jika musim dingin tiba.. kau akan sulit menemukan peri-peri yang lain.. hanya peri salju atau peri musim dingin saja yang bisa kau temukan.”
Aku masih bertanya dalam kebingunganku.. ia nampaknya mengerti kemudian mencoba memberikanku penjelasan lebih dalam tentang hal ini.
“kau harus ku ubah menjadi seukuran tubuhku, jika kau tetap berada pada sosok manusia itu akan menjadi sangat sulit, kau tak akan mampu menembus fairy magic hollow. Apa kau mau selamanya terjerembab dalam dunia ini? Dan tak kan pernah bisa kembali ke duniamu disana, jika kau tak bisa mengembalikan semuanya?” ucapnya menggodaku “bagaimana? Maukah kau menerima tawaranku?”

Aku mengangguk pelan.. tanpa banyak basa basi dibukanya botol kecil bercahaya itu, kemudian diletakkannya di atas telapak tangannya, penuh kilauan cantik yang menari nari tertiup angin, kemudian diucapkannya beberapa mantera, lalu diarahkanya ke arah wajahku dan wuuuuuuuuuuuusss seketika tubuhku terasa ringan amat sangat ringan hingga rasanya angin mampu membawaku jauh terbang tinggi. 


Kini aku seukuran dia, hanya beberapa centimeter, jendela tempatku bersandar tadi rasanya ribuan kali lebih besar, ku palingkan wajahku kearah dinding, kali ini aku mampu melihat semut yang berbaris dengan jelas, antena mereka dan bentuk tubuh mereka, tinggi sekali tempat ini pikirku.

“bagaimana rasanya menjadi seorang thumbellina?” ia tertawa geli. Aku hanya mampu memicingkan kedua bola mataku.
“oke..oke.. waktunya memake-over dirimu. Kau tak mungkin berkeliaran dengan pakaian manusia seperti ini.” Dengan sekejap ia melompat lompat dengan amat cepatnya, melewati rerumputan dibalik jendela, aku melihatnya berdiri di atas bunga lily putih, melewatinya dan kemudian menghilang dari padanganku beberapa saat..
“ini dia..” dibawanya beberapa kelopak bunga daffodil kuning, lalu menyatukannya sehingga meyerupai sehelai gaun cantik, kemudian ia menyodorkannya ke arahku “kenakanlah..”
aku masih teperangah heran, ribuan pertanyaan kali ini berkecamuk, peri tengil ini kenapa bisa tiba-tiba ingin membantuku.. aku masuk ke balik tirai jendela, beberapa saat kemudian aku keluar dengan balutan kelopak daffodil indah ini.
“awesome.. sudah ku duga kau akan nampak cantik jika memakainya.”
“terimakasih... tapi maaf.. kenapa tiba-tiba kau ingin menolongku?”
“ahahahhaaha, m-e-n-o-l-o-n-g-m-u ?? ahahhaa kau salah besar, haruskah aku menjelaskan apa yang ada dalam isi kepalaku??” “aah sudahlah, aku akan membantumu hingga kau bisa mengembalikan semuanya ketempat semula.” Ia merogoh kantong kelopak bunga mawarnya lagi. Sebuah liontin bening berbentuk setetes air itu dia keluarkan dari saku bajunya. “ini kenakanlah.” Ia melanjutkan

Aku mengalungkan liontin itu dalam lingkarang leher jenjangku.
“aku Ree Aster..”
“fegusha..” ia menyambut uluran tanganku “kenapa tidak dari tadi kau mengatakannya.. pasti akan ku berikan kau kelopak aster.” Gerutunya. “
“tak masalah, bukankah katamu aku terlihat manis mengenakan gaun ini?” ucapku sambil mengikuti langkah kakinya bergerak menjauhi pondasai jendela.
“oiya aku melupakan sesuatu.” Serunya sambil berpaling ke arahku “liontin itu, adalah garis waktu, semakin lama water fairy itu akan habis, dan liontin itu akan kosong, jika ia kosong sebelum kau menyelesaikan tugasmu mengembalikan bubuk musim semi pada tempatnya, maka kau akan mati.” Suaranya memecah keheningan.

Aku tersontak kaget, ku remas liontin air itu kencang, memutar mutarnya dan sesekali menghempaskannya ke dadaku. “mengapa tidak bilang dari awal fegusha..”
“apa? Kenapa? Kau takut? Hahaha percuma aku lupa, jika aku tidak lupa tadi pun tak akan aku katakan.” Melihat ekspresiku yang seolah pucat pasi, kemudian ia melanjutkan “ah sudahlah, ini bukan saatnya berdebat, kita harus sama-sama berjuang, lagipula aku telah memberikanmu seperempat dari fairy dustku, itu artinya aku telah kehilangan seperempat nyawaku juga kan?”
Fegusha berjalan meninggalkanku... kemudian menghilang di balik semak-semak......
“fegushaaaa... tungguuuuuu......”

Begitulah awalku mengenalnya, seorang peri yang tak bersayap dan tak mampu terbang, seorang peri yang menyebalkan dan membuatku ingin meremas-remas kedua pipinya setiap kali aku bertemu dengannya, seorang peri yang membuat seluruh otakku berpikir keras untuk menemukan jawaban mengapa dan kenapa.. lalu aku akan di bawa kemana? Seperti apa kehidupanku kelak.. bebaskah? Tertahan disini? Ataukah mati? ....
 

My Little rainbow ... ^___^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review